Rabu, 19 Juni 2013

Hormon Penyebab Perut Buncit !

Author: Yahoo She | Re Edited By: Ucup_Mardhiono.

Informasi Terbaru dari Yahoo She tentang Hormon Penyebab Perut Buncit, memang sangatlah sulit menjaga pola makan dan latihan beban atau fitness. 


Perut Buncit
Perut Buncit

Akan tetapi, siapa yang tidak mau memiliki tubuh bebas lemas dan memiliki otot ideal indah dipandang. 

Proses ini membutuhkan kinerja hormon anabolik dan katabolik sepanjang hari, terutama untuk melawan zat - zat yang tidak mendukung pembentukan otot tubuh, seperti hormon kortisol.

Apakah itu kortisol ? Untuk lebih lengkapnya bagaimana kortisol sangat mempengaruhi dalam pembentukan otot dan metabolisme tubuh, maka lebih baik kamu simak penjelasan mendalam berikut ini.

Kortisol merupakan hormon yang dilepaskan dari kelenjar adrenal saat tubuh menanggapi stress baik secara fisik maupun mental. 

Pada dasarnya fungsi hormon kortisol adalah sebagai anti - stress dan anti - inflamasi, yang berarti bahwa proses tersebut menyebabkan tubuh menekan respon imun dan berhenti menanggapi rasa sakit.

Dalam jangka pendek, peningkatan kortisol juga dikaitkan dengan penurunan sintesis protein. 

Alasan di balik ini adalah bahwa salah satu tindakan kortisol adalah untuk menyediakan bahan bakar alternatif bagi tubuh ketika tidak ada stok glukosa.

Hal ini terjadi bisa disaat kamu sedang melakukan latihan intens atau berolahraga juga bisa dalam kondisi puasa. 

Kortisol memediasi kerusakan otot sehingga asam amino dalam jaringan otot dipecah menjadi gula, melalui proses yang disebut glukoneogenesis, sehingga masuk akal jika kortisol dapat menyebabkan penyusutan otot, sekaligus menghambat sintesis protein.

Kortisol dan Metabolisme

Michael Corgan dalam bukunya berjudul ‘Hormonal Health’ menyatakan, kortisol akan mencincang otot Anda lebih cepat dari seorang koki sushi. 

Kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga mudah terkena penyakit.

Pada rongga tubuh dan peritoneum, kortisol menghambat proliferasi fibroblas dan sintesis senyawa interstitial seperti kolagen. 

Kelebihan kortisol dapat mengakibatkan penipisan lapisan kulit dan jaringan penghantar yang menopang pembuluh darah kapiler. 

Hal ini dapat membuat tubuh menjadi rentan cedera, apalagi saat melakukan latihan intensitas tinggi.

Kortisol Picu Osteoporosis

Selain itu kortisol juga menjadi ancaman serius bagi tulang karena kelebihan hormon tersebut dapat mempercepat laju penyusutan tulang, meski orang tersebut sudah mengonsumsi susu berkalsium. 

Pada jaringan tulang, kortisol meredam fungsi osteoblas hingga menurun pembentukan tulang yang baru.

Oleh karena sifat umum glukokortikoid yang menurunkan penyerapan kalsium pada saluran pencernaan dan menurunkan reabsorsi kalsium pada renal ke dalam sistem kardiovaskular, sehingga kelebihan kortisol dapat mengakibatkan osteoporosis.

Kortisol Picu Perut Buncit

Saat kamu sedang stress atau tertekan, maka tubuh akan produksi hormon kortisol lebih banyak. 

Mengalami stress berkepanjangan dapat membuat seseorang memproduksi kortisol secara terus - menerus yang pada akhirnya dapat mempengaruhi berat badan. 

Maka hindarilah dari hal atau kegiatan yang dapat sebabkan timbulnya stress, daripada menjadikan Perut Buncit

Sebuah studi yang dipublikaskan dalam Jurnal Obesity menyebutkan bahwa hormon kortisol memiliki kemampuan untuk mempengaruhi penyimpanan lemak di daerah perut dan peningkatan gula darah.

Cara Menurunkan Kortisol

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan kadar kortisol dalam tubuh, yaitu:

1. Tidur Cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dari segala aktivitas fisik baik dari kesibukan bekerjan maupun latihan. 

Kurang tidur merupakan salah satu faktor penyebab stress pemicu tingginya produksi hormon kortisol dalam tubuh. 

Dapatkan tidur cukup minimal 7 - 8 jam setiap hari untuk mencegah lonjakan hormon kortisol.

2. Hindari Stress

Stress merupakan pemicu munculnya hormon kortisol, maka kamu benar - benar dianjurkan untuk menghindarinya. 

Ikutilah kelas - kelas yoga, pilates, meditasi atau mendekatkan diri kepada Sang Pencipta untuk mencegah dan mengurangi stress yang kamu alami. 

Seiring tubuh kamu belajar bagaimana mendapatkan ketenanganan dan kedamaian maka produksi hormon kortisol akan mulai berkurang. 

3. Tingkatkan Asupan Protein

Hormon kortisol merupakan salah satu penyebab katabolisme otot (penyusutan otot). Saat stress, hormon kortisol akan merampas otot dan memecahnya menjadi gula, terutama saat kamu melakukan latihan. 

Nah, agar kamu terbebas dari katabolisme otot, konsumsilah makanan berprotein tinggi karena protein merupakan bahan baku utama dalam pembentukan dan pertumbuhan otot.

Diet bukanlah cara terbaik untuk kamu dapat hilangkan atau mengurangi Perut Buncit, maka dari itu cobalah rutin minimal dengan mengurangi porsi nasi tiap kamu makan.

0 komentar:

Posting Komentar